Minggu, 21 November 2010

megalodon

Megalodon Shark Hiu Megalodon adalah makhluk prasejarah yang hidup jutaan tahun yang lalu. Diperkirakan telah ada dari 1,6 juta kembali ke 5 juta tahun yang lalu namun beberapa ahli jejak kembali lebih jauh.
Secara resmi, Megalodon yang punah. kepunahan ini relatif "baru" bahkan pada saat diterima sekitar satu setengah juta tahun yang lalu. Namun ada juga telah menyatakan bahwa megalodons mungkin bertahan sampai 10.000 tahun saja atau lebih kembali. Kalau itu benar maka itu melompat jauh lebih kecil untuk percaya bahwa mereka masih bisa berada di sekitar hari ini.
Pada saat penulisan (Juli 2006) Megalodon film berdasarkan novel Steve Alten Meg adalah dalam produksi. Meg diharapkan akan dirilis pada tahun 2008.
Apa itu Megalodon Shark?

  Hiu Megalodon - Carcharodon Megalodon - adalah hiu raksasa diperkirakan tumbuh hingga 60 atau 70 meter panjangnya. Beberapa orang telah menyarankan itu bisa mencapai 80 kaki, yang akan membuatnya bahkan lebih besar daripada dinosaurus darat yang paling.
Megalodon adalah karnivora yang makhluk lain akan berburu di laut. Ini mungkin digunakan ekornya yang besar atau sirip untuk setrum mangsanya. Berdasarkan fosil, gigi saja sekitar 6 inci atau lebih panjang dan rahangnya sekitar 6 kaki lebar. Semacam pemburu bisa memberikan bahkan ikan paus kabur uang dan itu sudah menunjukkan bahwa daging ikan paus adalah salah satu favorit nya.
Apakah Megalodon yang Masih Hidup? 

 Secara resmi Megalodon ini punah, namun rumor terus ada yang berlimpah. Jika ternyata benar maka tidak akan menjadi "fosil hidup" pertama cryptid untuk ditemukan - contoh yang paling terkenal adalah coelacanth.
Ada berbagai penampakan hiu raksasa yang tidak biasa, mungkin megalodons. Ada juga banyak globsters (aneh mayat laut tak dikenal) yang menambah bobot gagasan itu. Namun tidak ada penampakan Megalodon dikonfirmasi.
Megalodon penampakan paling terkenal dikumpulkan oleh David naturalis Australia Stead. Pada awal abad 20 ia mengumpulkan laporan tentang hiu putih raksasa yang telah meneror para nelayan Port Stephens. Karena sebagian besar saksi mata adalah anonim account mereka sering diberhentikan oleh skeptis sebagai anekdot dan nilai kecil. Namun laporan tersebut - sementara tidak membuktikan adanya Megalodon yang - membuat misteri ini area menarik bagi cryptozoologists banyak.

Minggu, 14 November 2010

Sumpah Pemuda




The idea of organizing the Second Youth Congress comes from the Student Association of Indonesian Students (GN), a youth organization which membered students from all over Indonesia. On the initiative GN, congresses held in three different buildings and divided in three meetings. Resulting in the Youth Pledge.
First Meeting, Building Jongenlingen Katholieke BondThe first meeting, Saturday, October 27, 1928, in Building Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Field Bull. In his speech, Soegondo hope the conference will strengthen the spirit of unity in the hearts of youth. The event was followed by a description Moehammad Jamin about the meaning and relationship of unity with youth. According to him, there are five factors that can strengthen the unity of Indonesia, namely the history, languages, customary law, education, and willingness.
Second Meeting, Building Oost-Java BioscoopThe second meeting, Sunday, October 28, 1928, in Oost-Java Bioscoop Building, to discuss education issues. Second speaker, Poernomowoelan and Sarmidi Mangoensarkoro, agreed that children should receive education nationality, must also be a balance between education at school and at home. Children also should be educated in a democratic manner.
Third Meeting, Building Indonesisch Huis KramatAt the next session, Soenario explain the importance of nationalism and democracy in addition to scouting movement. While Ramelan argues, the scouting movement can not be separated from the national movement. Scouting movement since the early to educate children and self-discipline, the things that are needed in the struggle.
Before the congress closed played the song "Indonesia" by Wage Rudolf Supratman. The song was greeted with a very lively by Congress participants. Congress was closed by announcing the formulation of the congress. By the youth in attendance, the formulation was pronounced as Oath Faithful, reads:
FIRST.OUR sons and daughters INDONESIA,BERTOEMPAH blood which was one confesses,INDONESIAN LAND.
KEDOEAOUR sons and daughters INDONESIA,One who confesses the nation,NATION INDONESIA.
THIRD.OUR sons and daughters INDONESIA, MENDJOENDJOENG LANGUAGES unity,INDONESIAN